1 Komentar

ORGANISASI PERUSAHAAN BUKAN BADAN HUKUM (PERUSAHAAN PERSEORANGAN)

Dewi Kania Pratiwi / 31409433 / 4ID02

PERUSAHAAN istilah perusahaan untuk pertama kalinya terdapat di Pasal 6 KUH Dagang yang mengatur mengenai penyelenggaraan pcatatan yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang menjalankan perusahaan. Definisi perusahaan dapat ditemukan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (UU Wajib Daftar Perusahaan) yaitu

setiap bentuk usahan yang menjalankan setiap jenis usahan yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang didirikan bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulan bahwa terdapat beberapa unsur perusahaan yaitu:

  1. Badan Usaha Perusahaan memiliki bentuk tertentu bahik yang berupa badan hukum maupun yang bukan badan hukum seperti Perusahaan Dagang, Firma, Persekutuan Komanditer, Perseroan Terbatas, Perusahaan Umum, Perusahaan Perseroan, dan Koperasi.
  2. Kegiatan dalam bidang perekonomian Meliputi bidang perindustrian, perdagangan,perjasaan, dan pembiayaan.
  3. Terus menerus Kegiatan udaha dilakukan sebagai mata pencarian, tidak insidental dan bukan pekerjaan sambilan.
  4. Bersifat tetap Kegiatan usaha yang dilaksanakan tidak berubah atau berganti dalam waktu singkat, tetapi untuk jangka waktu yang lama.
  5. Terang-terangan Kegiatan usaha ditujukan kepada dan diketahui oleh umum, bebas berhubungan dngan pihak lain, diakui dan dibenarkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.
  6. Keuntungan atau laba Yang menunjukan tujuan perusahaan adalah untuk memeproleh keuntungan dan atau laba.
  7. Pembukuan Perusahaan wajib untuk menyelenggarakan pencatatan mengenai kewajiban dan hak yang berkaitan dengan kegiatan usahanya.

PERUSAHAAN dapat diklasifikasian dari beberapa bentuk. Salah satunya klasifikasi perusahaan berdasarkan BENTUK HUKUMNYA yaitu

1. Perusahaan Badan Hukum

Merupakan perusahaan yang dapat dimiliki oleh swasta maupun negara, dapat berupa perusahaan persekutuan.  Jenis perusahaan inin didirikan dan dimiliki oleh beberapa orang pengusaha baik swasta maupun negara yang memenuhi syarat-syarat sebagai badan hukum. Jenis perusahaan ini dpat memnjalankan usaha di semua bidang perekonomian ( Perindustrian, perdagangan, Perjasaan, dan pembiayaan). Contohnya : Perseroan Terbatas (PT), Koperas, Perusahaan Umum, Perusahaan Perseroan (Persero).

2. Perusahaan Bukan badan Hukum

Merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan swasta, dapat berupa perusahaan perseorangan maupun perusahaan persekutuan. Contohnya : Perusahaan Perseorangan, Perskutuan Perdata, Firma, CV.

PERUSAHAAN BUKAN BADAN HUKUM  merupakan perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh beberapa orang pengusaha secara kerja sama, jenis perusahaan ini dapat menjalankan usaha di bidang perekonomian (perindustrian, perdagangan, dan perjasaan).

Beberapa penjelasan singkat mengenai Perusahan Bukan Badan Hukum.

  1. Subjek hukumnya adalah orang-orang yang menjadi pengurusnya, jadi bukan badan hukum itu sendiri karena ia bukanlah hukum sehingga tidak dapat menjadi subjek hukum.
  2. Pada perusahaan bukan badan hukum, yang bertindak sebagai subjek hukum adalah orang-orangnya dan bukan perkumpulannya sehingga yang dituntut adalah orang-orangnya oleh pihak ketiga
  3. Harta kekayaan dalam perusahaan yang tidak berbadan hukum adalah dicampur, artinya bila terjadi kerugian/penuntutan yang berujung pembayaran ganti rugi /pelunasan utang maka harta kekayaan pribadi dapat menjadi jaminannya. Dengan kata lain, pertanggung jawabannya pribadi untuk keseluruhan
  4. Harta perusahan bersatu dengan harta pribadi para pengurus/anggotanya. Akibatnya kalau perusahaannya pailit, maka harta pengurus/anggotanya ikut tersita juga.
  5. Badan usaha yang bukan badan hukum adalah Perusahaan Perseorangan, Firma, CV.

Salah satu contoh Perusahan Bukan Badan Hukum adalah Perusahaan Perseorangan.

Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.

Bentuk perusahaan perseorangan secara resmi tidak ada, tetapi dalam masyarakat perdagangan bentuk perusahaan perseorangan diterima masyarakat. Dalam praktik, sebagian perusahaan persorangan pendiriannya menggunakan akta otentik. Beberapa karakteristik dari Perusahaan Perseorangan adalah

  1. Aset perusahaan hanya dimiliki satu orang.
  2. Bertanggungjawab sendiri atas seluruh hutang perusahaan
  3. Pekerja yang ada merupakan wakil atau pembantu pengusaha dalam perusahaan berdasarkan pemberian kuasa atau perjanjian kerja
  4. Contoh perusahaan perseorangan adalah Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD).

Perusahaan perseorangan termasuk perusahaan yang wajib didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan, kecuali (pasal6 UU WDP):

  1. Diurus, dijalankan, atau dikelola pribadi pemiliknya dengan hanya mempekerjakan anggota keluarga.
  2. Tidak wajib memiliki izin usaha atau surat keterangan yang  dipersamakan dengan itu yang diterbitkan instansi yang berwenang.
  3. Benar-benar hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nafkah sehari-hari pemiliknya.
  4. Bukan merupakan badan hukum atau persekutuan.

Contoh perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet, toko kelontong, tukang bakso keliling, dan pedagang asongan.

Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :

– relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
– tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
– tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
– seluruh keuntungan dinikmati sendiri
– sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
– keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
– jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
– sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

Keuntungan Perusahaan Perseorangan

  1. Laba hanya untuk pengusaha perseorangan. Tidak mengenal akan bagi hasil, tetapi keuntungannya mutlak untuk pemilik.
  2. Organisasi sederhana. Sangat sederhana dalam mendirikan hanya mendaftarkan diri ke pemerintah daerah dan memberikan lisensi pekerjaan untuk menjalankan bisnis mereka.
  3. Pengendalian seutuhnya. Maksud dari penegendalian seutuhnya adalah karena pemiliknya hanya satu orang jadi dalam pengambilan keputusan tidak terjadi konflik (keputusannya satu pihak).
  4. Pajak rendah. Karena pemiliknya hanya satu orang jadi dianggap itu penghasilan satu orang dibandingkan bisnis lain.

Kekurangan Perusahaan Perseorangan

  1. Pengusaha perseorangan bertanggung jawab atas semua kerugian. Sama seperti pada saat terjadi keuntungan pengusaha perseorangan tidak harus membagi labanya, mereka juga tidak bisa membagi kerugiannya kepada pihak lain. Karena anda seorang pengusaha perseorangan, maka tidak ada pemilik lain yang bersedia menolong atau menutup kerugian tersebut.
  2. Tanggung jawab tidak terbatas. Arti dari pernyataan itu adalah tidak ada batas utang yang menjadi tanggung jawab pemilik.
  3. Dana terbatas. Karena hanya seorang pengusaha perseorangan maka dana yang ditanamkan lebih kecil dibandingkan bisnis lain.
  4. Keterampilan terbatas. Pengusaha perseorangan mempunyai keterampilan terbatas dan mungkin tidak dapat mengendalikan semua bagian perusahaan.

berdasarkan pembahasan di atas terlihat bahwa suatu perusahaan yang tidak memiliki badan hukum tidak kuat sama sekali dalam hukum sehingga apabila perusahaan tersebut memiliki masalah dengan perusahaannya pemiliknya harus bisa mengambil keputusan yang baik. Sebaiknya pengetahuan mengenai badan hukum ini diberikan kepada pemilik usaha kecil menengah, sehingga dengan pengetahuan ini mereka diharapkan bisa lebih membuat keputusan yang baik untuk perusahaan atau usahanya di kemudian hari. Penegak hukum harus betul-betul memeriksa kapan suatu perusahaan wajib mendaftarkan perusahaannya pada kantor pendaftaran perusahaan karena apabila suatu perusahaan yang tidak sesuai dengan ciri-ciri perusahaan perseorangan tetapi tidak mendaftarkan perusahaannya makan dapat merugikan negara karena pajak yang ditanggung akan berbeda.

This article is made by using multiple sources of

jurnalhukum.com || eprints.uny.ac.id || pkbh.uad.ac.id || id.wikipedia.org || dahlanforum.wordpress.com || badanusaha.com || onesnite.blogspot.com

One comment on “ORGANISASI PERUSAHAAN BUKAN BADAN HUKUM (PERUSAHAAN PERSEORANGAN)

  1. Bisa saling melengkapi gan..
    makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: