Tinggalkan komentar

Zahra

Sore itu kuliah telah selesai, “tidak ada yang buru-buru kan?” sahut salah satu teman zahra. Semua mengangguk, sepertinya semua tidak memiliki jadwal kegiatan lain selain pulang ke rumah. Hari itu belum terlalu sore, cuaca juga masih cukup terik. “sepertinya aku sedikit lapar” sahutan teman zahra terdengar disela sela sela langkah kaki mereka yang berjalan menjauhu ruangan kelas. “bagaimana kalau kita makan di kantin saja” ucapnya lagi sambil melihat ke arah zahra dan teman-teman yang lain. Setelah sedikit berdikusi mereka memutuskan untuk singgah ke kantin kampus.

Setelah selesai makan, seperti biasa  zahra dan teman temannya meluangkan sedikit waktu untuk berbincang bincang santai, mereka pun sejenak lupa akan waktu dan keadaan sekitarnya. Setelah beberapa lama berbincang, mereka memutuskan menyelesaikan perbincangan mereka dan beranjak untuk pulang. Zahra berpisah dengan teman temannya di gerbang kampus, karena rumah zahra yang tidak searah dengan mereka maka zahra selalu berpisah dengan teman temannya di gerbang kampus. Setelah mengucapkan salam zahra melanjutkan langkah kakinya ke arah halte bis. tapi ia melihat ke arah jam tangannya, 16.30 sudah sore pikirnya, sejenak zahra menghentikan langkahnya dan mulai mengerutkan dahinya. Subhanallah saya belum shalat ashar sahutnya dalam hati. Buru-buru zahra membalikan badannya dan berjalan kembali ke kampus. Zahra menuju masjid di kampusnya, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ia sekarang berdiri. “kalau di tunggu sampai rumah akan terlambat” sahutnya dalam hati “apalagi kalau sore pasti jalanan macet”. Zahra membuka sepatunya dan meletakannya di loker masjid. Di dalam masjid itu masih terlihat cukup banyak mahasiswa yang baru melaksanakan salat ashar. Setelah mengambil wudhu zahra menuju tempat solat wanita. Tempatnya berada di lantai 2 masjid itu,sehingga ia perlu menaiki tangga untuk sampai disana. Sambil merapihkan gulungan lengan panjangnya yang berantakan zahra berjalan ke arah tangga lantai 2. Ia pun sedikit memperhatikan sekitarnya sambal berjalan. Tapi ketika zahra menoleh ke arah kanan, tepat di bagian shalat pria zahra melihat seorang pemuda yang sedang duduk di tengah mesjid sambil menyilakan kakinya. Zahra sedikit tersenyum, walau hanya melihat sekilas  ke arah pemuda itu. Zahra buru-buru memalingkan pandangannya dan melanjutkan langkahnya lagi. Setelah shalat zahra kembali teringat tentang pemuda yang tadi ia lihat sebelum shalat. Senyumannya terlihat lagi, kali ini ia sedikit malu. Pikiran mulai teringat pemuda yang sedang menyilakan kakinya di masjid, “mungkin dia habis shalat” senyuman zahra belum hilang dari wajahnya.”subhanallah” sahutnya, kata-katanya yang sedikit agak teras ternyata terdengan oleh orang lain. Membuat wanita yang hendak shalat di samping zahra menoleh ke arahnya. Zahra membalas tatapan wanita itu dengan tersenyum, ia agak malu dengan wanita itu. Ia menutupi wajahnya dengan mukena yang masih terpakai di tubuhnya. “ia sedang membaca al quran” zahra masih meneruskan ingatan itu. “ya,aku melihat Al-Quran kecil di tangannya, ia sedang membaca Al-Quran setelah shalat” tak henti hentinya senyuman yang keluar dari wajah Zahra. Kali ini dari senyuman itu terlihat kekaguman. Tidak lama setelah tersenyum zahra mulai mengangkat kedua tangannya ia mulai berdoa, sejenak zahra memejamkan matanya dan terlihat Sserius. setelah zahra merapikan mukena dan kerudungnya ia mulai menuruni tangga lagi, ia sedikit memberanikan diri untuk sekali lagi menoleh ke arah yang sama. Tapi ia sedikit tersenyum dan berkata “terimakasih ya allah” zahra terus berjalan tanpa menoleh lagi. “akan ada saatnya” ia berkata dalam hati dengan senyuman di wajahnya. Zahra melanjutkan langkahnya  berjalan menuju halte bis.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: