Tinggalkan komentar

LELAKI ITU ADALAH AYAHKU

Ketika itu aku melihat seorang lelaki

Seorang bapak yang sepertinya terlihat sudah cukup renta

Sudah cukup renta untuk menuntun motornya sendiri

Wajahnya ditutupi penutup kepala jas hujan

ada beberapa kerutan kerutan di sekitar matanya,

Yang menunjukan bahwa ia sudah renta

Penutup jas hujan itu,

Yang menghalangiku untuk dapat mengintip sedikit ke arah wajahnya

Lelaki itupun mulai memarkirkan motornya tepat di depanku

Tepatnya…

Di depan halte tempat ku berteduh

Rintikan hujan dan bunyi kendaraan bermomotorpun

sepertinya menutupi aku yang sedang mengamatinya dari dekat

Hingga ia pun tidak menyadarinya

Setelah memarkirkan motornya yang basah karena hujan,

Lelaki itu mulai merebahkan badannya tepat di sampingku

Butiran butiran air hujan yang jatuh dari jas hujannya

Kini menyentuh tanganku,

Aku melirik ke arahnya

Ke arah lelaki tua itu yang kini sedang termenung

“apa yang ada di pikirannya sekarang?”gumamku dalam hati

Hampir beberapa lama aku melihat ke arah wajahnya

Tetapi lelaki itu tetap tidak menyadari tatapanku

Seberapa dalamkah lamunannya?

Hingga ia tidak menyadari keberadaanku

Sesekali ia menyeka wajahnya yang basah terkena percikan air hujan dengan tangannya

Tangannya pun terlihat sudah tidak kuat lagi

Banyak kerutan di tangannya

Hampir 30 menit berlalu dan akupun msih saja terus melihatnya,

walau sesekali aku melihat apakah hujan sudah berhenti

saat itu ia membuka penutup kepala jas hujannya,

sekarang aku bisa  melihat dengan jelas sosok lelaki tua itu

tetapi bukan kepuasan yang  kudapat setelah berhasil melihat wajahnya

tetapi rasa mengapa rasa simpati yang aku dapat

sambil sesekali menggaruk garuk pipinya,ia pun melanjutkan lamunannya.

Sekali lagi aku berfikir,

Apa yang ada dalam lamunannya?

Apakah ia memikirkan keluarganya?

Istri dan anak – anaknya?

Atau ia memikirkan pererjaannya?

Nafkah untuk keluarganya?

Ahhh,aku mulai lelah menebak nebak apa yang ia pikirkan

Aku mulai memalingkan tatapanku dari lelaki itu

Entah beberapa lama

Akupun menengok ke arahnya,ternyata ada seorang ibu hamil berada di sampingku

Oh….aku tidak menyadari keberadaan ibu itu

Sekarang lelaki tua itu pun berdiri tepat di depanku

Ia memberikan kursinya untuk ibu hamil itu,

Inikah bukti dari rasa simpati yang ku dapatkan?

Inikah alasan mengapa aku bersimpatik pada lelaki tua ini?

Sepertinya bukan hanya ini saja,

Bukan hanya karena ia rela memberikan tempat duduknya untuk ibu hamil itu

Padahal ia sendiri pun sudah renta

Tetapi telah banyak yang ia lakukan untukku

Untuk ibuku

Untuk adik adikku

Dan untuk…………….

Keluarganya

“ayah,duduk di sini aku sudah lelah  duduk lama disini”

Sambil menepuk bahunya aku mencoba memberikan tempat dudukku untuknya

Walaupun begitu ia bukan lagi lelaki muda yang masih kuat

Kuat untuk tetap berdiri di waktu yang lama

Walaupun sebernarnya dalam hidupku ia adalah lelaki terhebat yang pernah ku temui

“tidak,kau saja.ayah berdiri saja”

Itulah ia,lelaki yang kini telah tua renta ia masih tetap melindungi anak perempuannya

Melindungi keluarganya

Keluargaku juga tentunya

Walau kini ia tidak sekuat dulu lagi

Walau sekarang sudah ada banyak kerutan di wajahnya

IA TETAP AYAHKU

Ayah yang akan selalu melindungi keluarganya

Menyayangi keluarganya

Dan berjuang demi keluarganya

Aku mulai tersenyum ke arahnya

“hujan sudah reda,ayo kita pulang kerumah”

Dengan menutup lagi penutup kepala jas hujannya ia mulai naik ke motor

“baiklah yah”

akupun mengikutinya

Apapun yang ia fikirkan

Apapun yang ia lamunkan

Hanya senyumanlah yang akan ia tunjukan…

also show warta warga gunadarma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: